2010/05/07

seberapa perhatian kamu sama bumi kita?

pyuh, lelah juga abis berjalan kaki dari halte busway ke rumah. sepanjang perjalanan selama 1,5 km itu aku berpikir kalo bumi kita ini sedang sekarat? kamu sendiri nyadar gak? eh, beneran! ini bukan seperti joke opera van java, tapi ini peringatan buat kita semua. dan aku udah gak perlu bahas siapa yang menyebabkan ini terjadi, soalnya pelakunya adalah kita semua, manusia, makhluk superior bumi! nah, kalo udah tau begini apa yang akan kamu lakukan? akankah kamu mengubah gaya hidup kamu? akankah tergerak hatimu tuk memberi semangat lagi kepada bumi.
efek pemanasan global (atau yang dikenal dengan bahasa kerennya: global warming) kayaknya udah gak maen-maen. pengikisan es di bumi yang disebabkannya dah menunjuk titik kritis. bukannya sok pake bahasa koran, tapi itu sungguh membuat aku khawatir. coba deh baca berita soal volume es di kutub utara yang semakin berkurang dan berkurang dan berkurang, atau gak perlu jauh-jauh, salju abadi di puncak pegunungan jaya wijaya pun mengalami penyusutan drastis. penyusutan salju abadi itu diperlihatkan oleh tim wanadri ketika melakukan ekspedisi tujuh puncak dunia. kita bisa kok menemukan berita2 tentang ekspedisi ini di internet.

kembali ke kita, para pelaku, kita harus merubah gaya hidup kita... dari sekarang!


pertama: sampah

kebiasaan manusia dengan benda yang satu ini tergolong yang paling susah berubah. sudah terlalu sering kita melihat sampah2 yang berserakan di sekitar kita, apalagi dengan pemandangan sampah2 yang berserakan di kali/sungai, terutama di JAKARTA. padahal sampah2 itu lah yang mengakibatkan banjir setiap tahunnya, tapi apa reaksi manusia? setiap menonton wawancara di teve, para korban tidak bosan2nya berkata, "banjir? ah sudah biasa. setiap tahun juga begini." dan ditambah komentar "mestinya tugas pemerintah untuk mencegah terjadinya banjir ini."

jawaban2 wawancara tersebut jelas memperlihatkan bahwa manusia tuh makhluk pemalas. mereka pasrah saja dengan banjir dan tidak berniat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. pembuangan sampah secara sembarangan tetap saja dilakukan. udah gitu, jeleknya mereka justru menyalahkan pemerintah. mereka maunya pemerintah yang membersihkan sampah2 itu, sementara mereka tetap membuang sampah sembarangan. yah, makhluk malas.... dan manja! lengkaplah.

tapi, membuang sampah pada tempatnya pun sebenarnya tidak menyelesaikan masalah. kok begitu? soalnya, setiap hari sampah semakin banyak. tempat sampah pun semakin kewalahan menampung semua sampah yang tidak henti2nya datang. jadi, apa nih solusinya? kalo menurut aku, mungkin moto kebersihan bukan lagi "jangan buang sampah sembarangan", tapi ganti dengan "jangan menyampah". jangan menyampah bisa berarti kita musnahkan sendiri sampah kita, dan untuk sampah2 yang tidak bisa dimusnahkan, kita daur ulang atau serahkan ke pihak-pihak yang bersedia untuk mendaur ulang.

oke, pembahasannya semakin membesar seperti bola salju. yang pasti sih, kita sendiri yang memulai. mulai dari buang sampah pada tempatnya. itu saja! aku sendiri sudah melakukan hal ini sejak sma. toh demi kebaikan kita semua, dan bagi kelestarian bumi kita.


kedua: kendaraan

masalah kendaraan justru semakin parah. aku gak mau bahas jauh-jauh, cukup membahas permasalahan kendaraan di jakarta sudah bikin aku keringat dingin.

salah satu karakter orang jakarta adalah keras kepala. kenapa? kemacetan gak pernah hilang dari jakarta, dan pemilik kendaraan pribadi tetap saja membawa kendaraan tercintanya di jalan2 jakarta. mungkin mereka merasa, toh macet bagian dari hidup di jakarta. anehnya, kalo memang mereka merasa seperti itu, kok selalu saja marah2 soal kemacetan di jakarta, dan selalu saja melampiaskannya ke pemerintah. padahal, kalo saja mereka mau bercermin, sebenarnya mereka lah penyebab kemacetan itu! khususnya, kendaraan yang mereka bawa itulah yang membuat jalanan di jakarta seperti lautan mesin dan asap knalpot.

pemerintah sudah menyediakan fasilitas kendaraan umum, dari bajaj, angkot, metromini, kopaja, bis, transjakarta, hingga kereta sebagai alat transportasi alternatif. oh, tapi tidak. mereka tetap saja bersikeras membawa kendaraan pribadi. soalnya berhubungan dengan gengsi dan harga diri. aneh!! aku tidak menyalahkan mereka memiliki mobil, tapi aku menyalahkan mereka karena tidak/kurang memanfaatkan kendaraan umum.

kalo cuma sekedar pergi ke suatu tempat nongrong/bekerja, sendirian pula, dan kendaraan bakal nganggur dalam waktu lama, kenapa gak memanfaatkan kendaraan umum saja sih? dengan menggunakan kendaraan umum, kamu kan sudah menghemat tempat parkir, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dunia, mengurangi polusi udara, dan tentunya kemacetan jadi berkurang.

bagaimana mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ini. hmm, aku tergolong radikal dalam hal kendaraan, karena menurut aku, perlu tindakan radikal untuk mengubah prilaku pemilik kendaraan2 pribadi ini.

tindakan pertama adalah dengan menaikkan tarif BBM. kalo bisa semahal mungkin, bahkan kalau perlu diatas harga standar dunia. dan hasil dari kelebihan tarif tersebut bisa digunakan sebagai subsidi BBM bagi kendaraan2 umum, sehingga tarif angkutan umum bisa ditekan menjadi lebih murah.

mungkin dengan tarif mahal pengguna kendaraan pribadi tetap tidak berkurang, maka perlu tindakan yang kedua, yaitu menaikkan tarif parkir. menurut aku, sudah seharusnya tarif parkir itu ditetapkan mahal, karena kendaraan itu menggunakan ruang tanah yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai daerah untuk serapan air.

kedua tindakan itulah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. sebenarnya masih ada tindakan lain yang harus dilakukan pemerintah, tapi mulai dari yang kecil dulu. jangan serakah... *halah*


ketiga: rumah

lho kok rumah? mangnya kita mau tinggal di mana? apa mesti kita kembali lagi ke jaman batu dan tinggal di goa2? lho, kalo memang perlu, kenapa tidak? bukan, bukan itu maksudnya.

trus? penduduk bumi tuh setiap tahun terus bertambah dan bertambah. memang banyak kejadian kematian setiap hari. bahkan sering tertulis di televisi mengenai fakta-fakta bahwa 10 anak meninggal setiap detik karena kelaparan, dan sebagainya. tapi, nyatanya jumlah penduduk manusia tidak pernah berkurang.

oke, fakta sudah disebutkan. trus, apa hubungannya dengan rumah?

nah, bertambahnya jumlah penduduk, tentu berarti bertambah pula kebutuhan tempat tinggal. dan berarti luas tanah menjadi berkurang. kalau pola itu terus berlanjut dan berlanjut, maka ruang tanah akan habis berganti tempat tinggal. dan tidak ada lagi tempat buat pohon2 dan tanaman. dan bumi pun menjadi tandus. akh, banyangan yg menyeramkan. oke, walaupun mungkin hal itu bukan kita yang mengalami, tapi relakah kamu kalau itu terjadi pada anak-cucu kita?

nah, sekarang sudah banyak bermunculan apartemen, dari apartemen level bersubsidi hingga kelas mewah. mungkin ini solusi yang tepat untuk mengurangi penggunaan ruang tanah sebagai tempat tinggal.

memang nikmat rasanya memiliki rumah yang dilengkapi tanah yang nantinya bisa dijadikan taman dan ditanam berbagai jenis tanaman, tapi apakah harus memiliki halaman rumah untuk melakukan itu semua? kita bisa saja kok memiliki ruang tanah yang nantinya dijadikan kebun atau taman dan tetap tinggal di apartemen, ya kan? memang rasanya berbeda dengan taman di rumah sendiri, tapi demi kelangsungan hidup bumi kita tercinta, kita memang harus berkorban. nah, maukah kamu berkorban?


nah, dari tiga hal tadi: sampah, kendaraan, rumah. aku selalu membuang sampah pada tempatnya, dan jika belum menemukan tempat sampah, aku menyimpan sampah di kantongku dulu sementara, untuk kemudian dibuang ke tempatnya. soal kendaraan, sampai sekarang aku masih memutuskan untuk tidak membeli kendaraan. aku merasa lebih nikmat menggunakan kendaraan umum. dan soal rumah, rasanya itu sudah teratasi. mungkin itu masih belum cukup, tapi setidaknya aku berusaha dan berusaha. nah, bagaimana dengan kamu, hah?

sekedar tambahan, pesta blogger 2010 nantinya berencana diselenggarakan dengan konsep go green. tapi, aku masih tunggu sampai waktu penyelenggaraannya, apakah masih banyak yang menyampah di acara tersebut? banyak kah peserta pesta blogger yang membawa kendaraannya sendiri? kita lihat saja nanti. semoga saja, konsep go green-nya bukan sekedar cuap2 tiada arti.

intermezo:
dari banyaknya media2 indonesia, terutama media online, baru kompas.com yang memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pemanasan global di dunia. hal ini diperlihatkan kompas.com dengan menyediakan bagian khusus untuk membahas persoalan ini: http://sains.kompas.com/globalwarming

No comments:

Post a Comment